Serangkaian agenda pemilihan ketua dan wakil ketua hmps Pendidikan Matematika yang dilaksanakan oleh Panitia Pemiliah (PANLIH) dengan partisipasi seluruh warga P.Mat UAD diakhiri dengan agenda pamungkas yaitu perhitungan suara hasil pencoblosan. Acara yang dilaksanakan di ruang 216 kampus III UAD ini berlangsung cukup lancar. Satu demi satu surat suara dibacakan dan di cek sah atau tidaknya oleh sakasi dan akhirnya perolehan suara dimenangkan oleh pasangan no.1 Nurhidayat dan Yolmita Deni yang akhirnya menjadi Ketua dan Wakil Ketua HMPS Pendidikan Matematika 2012.
Sekilas tak ada yang istimewa dari acara yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu. Namun menilik kembali jumlah surat suara yang terhitung sedikit membuat miris para civitas akademik. Pasangan no 1 mendapatkan jumlah suara sebanyak 290 suara. Pasangan no 2 sebanyak 142 suara. Sedangkan surat suara yang gugur berjumlah 129 suara dan yang abstaint 2 surat suara.
129 surat suara gugur. Sungguh mencengangkan. Apa yang sebenarnya terjadi? Setelah dipastikan kepada yang bersangkutan ternyata ada lebih dari satu alasan mengapa bisa ada sebanyak itu surat suara yang tidak sah. Ada yang berkata hal ini dikarenakan kurangnya sosialisai kepada pemilih sehingga banyak pemilih yang salah prosedur dalam pencoblosan. Namun hal ini disanggah oleh panitia pemiihan. “Kami telah melakukan sosialisasi, namun mungkin belum maksimal jadi masih banyak kesalahan dalam pemilihan, kesadaran dari pemilih juga kami rasa kurang dalam berpartisipasi memilih ketua dan wakil ketua HMPS ini”, tutur salah seorang panitia. “Sebenarnya kami juga kewalahan dan kesulitan dalam menentukan lipatan surat suara agar nantinya pada saat pencoblosan kita bisa meminimalisir kesalahan, disini juga letak kesalahan kami, namun kami sudah berusaha sebaik mungkin dan semoga kedepanya bisa lebih diperhatikan lagi mengenai hal ini”, tambahnya.
Lipatan surat suara memang menjadi hal yang sangat riskan dalam kesalahan prosedur pencoblosan. Dan dalam hal ini sosialisasi menjadi hal yang sangat penting agar persentase kesalahan dapat seminimal mungkin.
Jika surat suara yang gugur sebanyak itu karena terdapat lebih dari satu coblosan pada surat suara maka untuk menghindari kesalahan yang sama mungkin dalam pemilihan berikutnya bisa dilakukan dengan cara yang lain semisal dengan mencontreng atau yang lain, yang kemungkinan gugurnya lebih sedikit. Sosialisasi kepada pemilih pun harus ditingkatnkan. Kalau biasanya hanya disosialisaikan pada saat kampanye melalui lisan saja, selanjutnya mungkin bisa dibuat pamflet tata cara pemilihan dan lain sebagainya.
Surat suara gugur dalam suatu pemilihan itu adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Jadi kedepanya semoga dapat diantisipasi jauh-jauh hari sebelum pemilihan tiba. Dipikirkan cara-cara terbaik dan semoga surat suara-surat suara gugur selajutnya tidak sebanyak yang kita tahu saat ini. (Ai_ )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar